6 Kuliah 6 Ketrampilan Komunikasi Pribadi
KUiz 6: https://forms.office.com/r/xJBpLWQCKU
Materi: https://youtube.com/playlist?list=PL_m-BplfO92G6xpXg-NRsWUo2yfhqZwAH&si=r19H8cEcBxa5jxSU
6.1 I. Agenda Kuliah (120 Menit)
Mata Kuliah: II-4472 Komunikasi Interpersonal (Kuliah 13: Keterampilan Komunikasi Interpersonal) Tema Utama: Mengembangkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Tingkat Lanjut.
| Waktu | Durasi | Topik/Aktivitas | Metode & Keterlibatan (Engagement) | Sumber Acuan |
|---|---|---|---|---|
| 09:00 | 10 menit | A. Ekspresi Diri dan Penerimaan Diri | Ceramah singkat tentang afirmasi (termasuk praktik “berbicara pada diri sendiri di depan cermin”) dan pentingnya menyukai diri sendiri. | |
| 09:10 | 15 menit | B. Menghindari Perilaku Mencari Persetujuan (Approval Seeking) | Ceramah interaktif: Membahas strategi mental (Percaya diri, membedakan pikiran/perasaan). Dilanjutkan dengan Aktivitas 13.1 & 13.2 (Diskusi singkat hasil kuesioner, jika telah diisi). | |
| 09:25 | 20 menit | C. Mengelola Perbedaan Sudut Pandang | 1. Power & Kepatuhan: Menjelaskan definisi power dan strategi kepatuhan (Take & Give, Otoritas, Utang Budi). 2. Meminta Maaf: Diskusi tentang cara meminta maaf yang efektif: perbaiki kerusakan dan obati luka emosional. | |
| 09:45 | 10 menit | QUIZ BREAK 1 (Soal 1-5) | Peserta mengerjakan kuis pendek untuk menguji pemahaman materi awal. | |
| 09:55 | 15 menit | D. Meningkatkan Keterampilan Percakapan | 1. Small Talk & Mendengarkan: Strategi memulai percakapan dan menjaga percakapan (bertanya, memparafrasekan, menggunakan nama lawan bicara). 2. Percakapan Mendalam: Membahas pendekatan analitis vs. holistik. | |
| 10:10 | 15 menit | E. Strategi Komunikasi Berisiko Tinggi | 1. Memberi Arahan: Pentingnya rincian spesifik dan urutan kronologis/tata ruang. 2. Probing: Fungsi restatement, definisi, dan klarifikasi untuk menghilangkan noise. 3. Kabar Buruk: Strategi yang efektif (mendengarkan empati, jangan gunakan klise). | |
| 10:25 | 15 menit | F. Membangkitkan Kreativitas Pribadi | Membahas manfaat kreativitas (memecahkan masalah, keluar dari rutinitas) dan hambatan (rasa takut gagal). Menjelaskan dua teknik: pendekatan analitis (mengurai komponen dan mencari alternatif) dan manipulasi detail. | |
| 10:40 | 10 menit | QUIZ BREAK 2 (Soal 6-10) | Peserta mengerjakan kuis kedua. | |
| 10:50 | 10 menit | Penutup dan Q&A | Review singkat materi penting, penugasan proyek kelompok (Digital Contents), dan sesi tanya jawab. |
6.2 II. Lecture Notes (Materi Kuliah)
6.2.1 A. Ekspresi Diri dan Pengungkapan Diri yang Sesuai
- Ekspresi Diri adalah Pesan Komunikasi: Semua komunikasi merupakan pesan ekspresi dari diri kita tentang perasaan, pikiran, dan opini kita.
- Pentingnya Menyukai Diri Sendiri (Afirmasi): Untuk berekspresi dengan baik, penting untuk menyukai diri sendiri, yang berarti memutuskan untuk menerima diri sendiri sebagai orang yang layak. Afirmasi adalah pernyataan positif yang dimaksudkan untuk memandu pemikiran positif, misalnya: “Saya adalah orang yang baik”. Ini bisa dilakukan melalui pembicaraan diri yang positif di depan cermin setiap pagi.
- Pengungkapan Diri (Self-Disclosure): Melibatkan berbagi informasi tentang diri sendiri, termasuk sejarah hidup, emosi, dan pikiran saat ini. Pengungkapan diri harus appropriate (sesuai) dengan atmosfer dan jenis hubungan. Tujuannya adalah membantu orang lain mengenali siapa kita dan membantu kita memahami diri sendiri.
- Menjadi Komunikator Efektif: Pesan kita harus merupakan ekspresi otentik dari diri kita, bukan pemikiran orang lain. Gunakan kata ganti pribadi “Saya” untuk mengekspresikan kepemilikan gagasan.
6.2.2 B. Mengenali dan Menghentikan Perilaku Mencari Persetujuan (Approval Seeking)
Perilaku mencari persetujuan (approval seeking) dapat berakibat buruk pada relasi. Cara menghilangkannya adalah dengan menghindari saling mendominasi.
- Persiapan Mental:
- Ikuti tujuan pribadi Anda dalam komunikasi.
- Belajar menerima diri sendiri, termasuk bahwa tidak semua orang akan memahami Anda, dan itu tidak masalah.
- Percaya dan Yakin pada diri sendiri (Yakin bahwa Anda memiliki kemampuan berdasarkan pengalaman dan nilai-nilai pribadi).
- Ketahui perbedaan antara perasaan (emosi, tidak perlu bukti) dan pikiran (logis, dapat diperdebatkan).
- Ekspresi dan Perbuatan:
- Speak up dan jangan langsung menerima jika teman tidak menyetujui.
- Berhenti mencoba memverifikasi ide-ide Anda dengan membuatnya terbukti bagi orang lain.
- Jangan terlalu mudah meminta maaf untuk pendapat sendiri.
6.2.3 C. Mengelola Sudut Pandang yang Berbeda
- Strategi Perolehan Kepatuhan (Compliance Strategies): Strategi bersifat transaksional (take and give).
- Pregiving: Memberi sesuatu terlebih dahulu, berharap bantuan di lain waktu.
- Promising: Menjanjikan sesuatu sebagai imbalan.
- Otoritas Influencing: Menggunakan kuasa, permintaan, perintah, bahkan ancaman (konsekuensi negatif dari ketidaksetujuan).
- Kekuatan (Power): Power adalah kemampuan untuk mengontrol apa yang terjadi—menciptakan hal yang diinginkan dan menghalangi hal yang tidak diinginkan. Gagal menggunakan power dapat menyebabkan rasa tidak berdaya dan frustrasi.
- Meminta Maaf dengan Tepat: Permintaan maaf adalah ungkapan penyesalan yang sungguh-sungguh atas kata-kata atau perbuatan yang tidak pantas.
- Tujuan: Menyembuhkan luka dan/atau memperbaiki kerusakan. Jika merusak properti, perbaiki. Jika kerusakan emosional, tanyakan: “Apa yang bisa saya lakukan untuk menebusnya?”.
- Timing: Hal kecil dilakukan saat itu juga. Hal besar memerlukan waktu untuk mencerna kerusakan dan mengumpulkan kata-kata yang layak.
- Saluran: Tatap muka dianggap lebih baik untuk perbaikan emosional dibandingkan saluran impersonal (surat, email).
6.2.4 D. Meningkatkan Keterampilan Percakapan
- Memulai Percakapan (Small Talk): Interaksi verbal yang dimulai dengan bincang-bincang kecil sebelum pindah ke berbagi yang lebih mendalam. Small talk adalah pertukaran informasi pada tingkat permukaan (biografi, pekerjaan, hobi).
- Menjaga Percakapan: Gunakan pertanyaan sebagai instrumen yang kuat untuk membangun percakapan, mendorong orang membuka diri, mengendalikan arah pembicaraan, dan mendapatkan informasi baru/klarifikasi.
- Keterampilan Mendengarkan: Pendengar yang baik lebih efektif berbicara dengan orang asing.
- Memparafrasekan: Mengucapkan ulang ide pembicara dengan bahasa kita sendiri.
- Menggunakan Nama: Ulangi nama orang tersebut saat diperkenalkan dan terus gunakan selama percakapan agar fokus perhatian Anda terpusat padanya.
- Memberikan Arahan (Direction): Arahan (instruksi, petunjuk tempat) harus jelas.
- Berikan rincian spesifik dan sesuaikan pesan dengan tingkat pengetahuan pendengar (pendidikan, pengalaman, linguistik).
- Petunjuk paling mudah diikuti jika diurutkan secara kronologis (urutan waktu) atau tata ruang (urutan tempat).
6.2.5 E. Strategi Praktis untuk Komunikasi Berisiko Tinggi
- Menyelidik (Probing): Tujuannya adalah meminta informasi yang diperlukan untuk memastikan pesan jelas dan bebas dari noise. Kebingungan biasanya memerlukan:
- Restatement: Mengucapkan ulang untuk memahami orang lain (misalnya, menanyakan kembali langkah pertama dan kedua).
- Definisi: Untuk menghindari masalah kosakata yang samar atau sulit (misalnya, menanyakan arti istilah medis).
- Klarifikasi: Memahami arti pesan yang tidak cukup jelas, seringkali dengan meminta contoh, ilustrasi, atau analogi.
- Membuat Permintaan Informasi: Permintaan harus menyertakan bahasa tertentu yang menjelaskan bagaimana permintaan harus dijawab, bentuk jawaban yang diharapkan, dan deadline (waktu dan tanggal) untuk menerima informasi.
- Menyampaikan Berita Buruk: Jika dikomunikasikan dengan buruk dapat mengakibatkan kebingungan, stres, bahkan kemarahan.
- Jaga kebutuhan mendesak (immediate needs) orang tersebut.
- Dengarkan dengan empati, jangan memberikan saran.
- Jangan mengecilkan kesedihan atau kehilangan dengan pernyataan klise.
- Dorong dia untuk menampilkan emosi dan bantu terhubung dengan kelompok dukungan atau profesional.
6.2.6 F. Membangkitkan Kreativitas Pribadi
Kreativitas adalah kemampuan menciptakan hal-hal baru dan berpikir dengan cara yang tidak biasa.
- Manfaat: Penting untuk memecahkan masalah yang tidak dapat dipecahkan dengan cara konvensional dan membuat kita keluar dari rutinitas yang membosankan.
- Hambatan: Penghalang pribadi (ketakutan akan kegagalan, kebiasaan lama) dan penghalang budaya (menghargai logika tinggi, harus praktis).
- Teknik Kreativitas:
- Pendekatan Analitis (Analytical Decomposition): Menguraikan hal yang rutin (misalnya rapat) ke dalam komponen-komponennya (Siapa, Kapan, Di mana). Kemudian, carikan alternatif untuk setiap komponen (misalnya, tempat rapat tidak harus di ruang kantor, bisa di taman atau kafe). Kombinasikan komponen-komponen baru tersebut.
- Manipulasi Detail: Mengubah bentuk suatu hal dengan cara tertentu, misalnya membuat lebih besar, lebih kecil, memutar, mengangkat, atau membagi. (Contoh: evolusi ukuran komputer dari gedung menjadi kecil).
6.3 III. Poin-Poin Slides Pendukung
| Slide | Topik Utama | Poin-Poin Kunci (Dikutip dari Sumber) |
|---|---|---|
| 1-3 | Pengantar & Ekspresi Diri | Ekspresi Diri adalah pesan dari diri kita tentang perasaan, pikiran, opini. Sukai dan terima diri sendiri (Afirmasi). Gunakan pembicaraan positif: “Saya adalah orang yang baik”. Pesan harus ekspresi otentik diri kita. |
| 4-5 | Approval Seeking | Kebanyakan orang ingin didukung, diterima—tapi mencari persetujuan bisa berakibat buruk. Cara menghindari: Jangan mendominasi atau didominasi. Persiapan Mental: Ikuti tujuan pribadi; Terima bahwa orang lain tidak akan selalu memahami Anda. Ekspresi: Speak up, jangan mudah meminta maaf atas pendapatmu. |
| 6-7 | Mengelola Perbedaan I: Kepatuhan & Power | Strategi Kepatuhan bersifat transaksional (take and give). Contoh Strategi: Pregiving, Promising, Menyanjung (Penghargaan), Otoritas (Kuasa/Ancaman). Power adalah kemampuan mengontrol apa yang terjadi dan memblokir hal yang tidak diinginkan. |
| 8-9 | Mengelola Perbedaan II: Meminta Maaf | Permintaan maaf adalah ungkapan penyesalan yang sungguh-sungguh. Cara efektif: Sembuhkan luka emosional atau perbaiki kerusakan fisik. Perbaiki kerusakan emosional dengan bertanya: “Apa yang bisa saya lakukan untuk menebusnya?”. |
| 10-12 | Keterampilan Percakapan | Percakapan dimulai dengan small talk (pertukaran informasi permukaan: biografi, hobi). Gunakan pertanyaan untuk: mendorong orang membuka diri, mengendalikan arah pembicaraan, dan mendapatkan klarifikasi. Mendengarkan: Memparafrasekan ide pembicara. Ulangi dan gunakan nama orang tersebut agar mereka merasa diperhatikan. |
| 13-14 | Memberikan Arahan & Probing | Arahan paling mudah diikuti bila diberikan dalam urutan kronologis atau tata ruang. Probing (Menyelidik) memastikan pesan jelas. Tiga alat probing: Restatement (mengucapkan ulang), Definisi (menghindari kosakata samar), dan Klarifikasi (meminta contoh/analogi). |
| 15-16 | Menyampaikan Berita Buruk | Gagal menyampaikannya dapat mengakibatkan kebingungan/kemarahan. Strategi efektif: Jaga kebutuhan mendesak orang tersebut. Dengarkan empati, jangan berikan saran. Jangan gunakan pernyataan klise. |
| 17-18 | Kreativitas | Manfaat: Memecahkan masalah dan keluar dari rutinitas yang membosankan. Hambatan: Takut akan kegagalan (takut dianggap tidak cerdas atau tidak praktis). Teknik Analitis: Uraikan komponen (Kapan, Di mana, Siapa), lalu cari alternatif baru (Contoh Kasus Rapat Staf). |
6.4 IV. 10 Soal Kuis
6.4.1 Kuis 1 (Soal 1 - 5)
- Menurut sumber, apa fungsi utama dari afirmasi dalam ekspresi diri?
- Pengungkapan diri (Self-disclosure) harus appropriate (sesuai). Apa dua faktor utama yang menentukan seberapa jauh kita harus membiarkan diri terekspos dalam pengungkapan diri?
- Mengapa perilaku mencari persetujuan (approval seeking) dapat berakibat buruk pada relasi, meskipun orang wajar menginginkan penerimaan?
- Jelaskan dan berikan contoh dua strategi perolehan kepatuhan (compliance strategies) dalam pendekatan take and give yang bersifat transaksional.
- Dalam konteks permintaan maaf yang efektif, jelaskan perbedaan langkah yang harus dilakukan jika terjadi kerusakan properti fisik versus kerusakan emosional.
6.4.2 Kuis 2 (Soal 6 - 10)
- Keterampilan bertanya merupakan instrumen yang kuat dalam percakapan. Sebutkan tiga manfaat yang dapat diperoleh komunikator melalui pertanyaan.
- Sebutkan dua keterampilan mendengarkan yang penting yang membantu seseorang mengingat nama orang lain dan membuatnya merasa diperhatikan.
- Dalam konteks memberikan arahan, bagaimana cara menata petunjuk agar paling mudah diikuti oleh pendengar?
- Jelaskan perbedaan antara restatement dan klarifikasi sebagai alat probing saat Anda dihadapkan pada pesan yang tidak jelas.
- Untuk mengatasi rutinitas membosankan, salah satu teknik kreativitas yang disarankan adalah Pendekatan Analitis. Bagaimana langkah-langkah kerja teknik ini?
Beri nama file Activitas_6.xlsx menjadi Activitas_6_NIM.xlsx, simpan di cloud lalu submit link file tersebut pada form Kuiz 6